Sering mendapat penolakan, kadang terpaksa menerima
kata-kata kasar bisa bikin sales las makan hati. Ya, itulah seninya marketing
lapangan. Tapi tak semua orang begitu. Banyak juga kok yang ramah meskipun tak
membeli jasa yang kita tawarkan
Cara mengatasinya: persiapkan mental. Jangan mudah
tersinggung. Balaslah sikap menyebalkan calon konsumen dengan senyuman. Kalau
kasar dibalas kasar, justru merugikan diri sendiri. Tak masalah, toh masih
banyak orang lain yang membutuhkan produk jasa kita.
Posisi Tawar Lemah
Karena datang duluan, Posisi tawar kita jadi lemah, seolah
kitalah yang butuh order (padahal memang benar demikian :D). Selain itu,
pesaing lain juga pasti telah, atau akan datang menawarkan produk yang sama.
Beda kalau pelanggan yang datang ke bengkel atau
nelepon kita. Posisi tawar kita jadi lebih tinggi karena merekalah yang butuh
duluan. Dan untuk mencapai taraf ini, perlu waktu panjang sampai bengkel kita
terkenal. Saat itulah kita tak perlu ‘turun gunung’ mencari pelanggan.
Pelangganlah yang akan mencari kita.
Cara mengatasi: Kita sebaiknya tak menawarkan harga
terlalu tinggi. Pakai patokan harga umum atau dibawahnya. Mafaatkan talenta dan
pesona Anda untuk memberikan kesan beda dibanding sales marketing lain.
Contohnya seperti telah dijabarkan di atas.
Contoh dialog percakapan saat sales menawarkan jasa pembuatan pagar kanopi pada calon konsumen
Kata-kata dalam percakapan ini hanya sekedar contoh
saja. Sebab, cara menawarkan itu sifatnya kondisional. Tergantung situasi,
kondisi, karakter dan reaksi dari calon pelanggan yang kita hadapi.
Contoh percakapan dalam penawaran yang gagal total plus menyakitkan
Sales: Permisi...
Calon konsumen: Maaf, tidak menerima sumbangan!
(banting pintu) Jdarrr!!!
Sales: (istighfar, ngeloyor pergi sambil nangis bombay)
Contoh dialog penawaran dengan progres bagus
Sales: Permisi Ibu... maaf, ijinkan saya mengganggu
waktunya sebentar
Calon pelanggan: Ya, ada perlu apa ya?
Sales: Saya lihat rumah ini bagus, tapi belum dipasang pagar.
Tentu rumahnya akan makin terlihat ellegant jika dipasang pagar. Nah, kebetulan
saya bawa katalog gambar berbagai model pagar berbahan besi dan staenlist.
Silahkan dilihat-lihat dulu. Siapa tahu ada yang cocok (sambil menyodorkan buku
katalog)
Calon pelanggan: Boleh, Pak (sambil menerima katalog) Tapi
maaf, untuk saat ini masih belum ada anggaran buat pagar. Nanti kalau rumahnya
sudah jadi dan ada kelebihan uang, baru pesan pagar
Sales: Tak masalah ibu. Silahkan dilihat-lihat saja
dulu. Soal kapan pesannya, itu bisa diatur. Ibu simpan saja kartu nama saya.
Jadi sewaktu-waktu perlu, tinggal telepon saja.
Calon pelanggan: Iya Pak, terima kasih. Oya, boleh
tanya-tanya dulu?
Sales: Tentu saja Ibu, dengan senang hati
Calon pelanggan: Kalau model pagar seperti ini,
harganya berapa?
Sales: bla bla bla... (menjelaskan dengan sopan)
Sekali lagi, dialog-dialog diatas hanya contoh saja.
Kamu bisa mengembangkan teknik sendiri dengan kata-kata dan gaya bahasa
masing-masing. Intinya kita harus pandai-pandai membaca situasi. Kalau calon
konsumen kelihatannya gaul, boleh juga melontarkan candaan ringan di tengah
percakapan.
Berdasar pengalaman saya sih, prosentase rata-rata
tingkat keberhasilan mendapat konsumen dengan cara menawarkan langsung pada
konsumen seperti ini sekitar 1 sampai 5%. Artinya, dari 100 orang yang kita
datangi, 1 sampai 5 orang deal.
Namun angka itu tidak mutlak. Tergantung cara kita speak-speak dalam memprospek, kondisi
pasar, waktu yang tepat dan faktor keberuntungan sangat berpengaruh.
Awal mendirikan bengkel las kanopi
di Malang, 8 tahun lalu, saya biasa turun ke jalan pada hari sabtu dan minggu.
Karena pada hari libur seperti itu, pemilik bangunan biasanya ada di tempat.
Kalau hari kerja, mereka sibuk dengan pekerjaan. Kalau sekarang sih (maaf,
bukan bermaksud sombong) saya sudah tak perlu nyales dari pintu ke pintu lagi
untuk mencari konsumen. Alhamdulillah...
Mungkin artikel ini juga berguna: Analisa Peluang Usaha Bengkel Las
Semoga sekelumit tips sederhana ini bermanfaat. Bagi rekan-rekan pemilik usaha bengkel las listrik, silahkan tambahkan kisah pengalaman anda mendatangkan konsumen di kolom komentar. Siapa tahu ilmu yang sobat bagikan berguna bagi banyak orang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar